Hanya Untukmu

Kebencian Yang Dipaksakan

Tuesday, May 24, 2005

KUASAKU TAK BISA MENGANGKAT KACAMATA

Selasa pagi menjelang subuh
24 Mei 2005
Benang merah di sudut kamar


Ku pilih senyum mu sebagai benih-benih harapan di esok hari
Namun ikrar yang telah mengelabui lensa berbuah dilema
Bayang-bayang tipis yang ternyata sebuah tembok fana tak ku hiraukan
Bau amis kepedihan yang terasa menyengat hidung kehidupanku

Aku telah memesan tatapan lembut lengkap dengan tanda hitam di wajah mu
Hasil kemahiran Tuhan yang bisa ku nikmati
Bila tinta tak lagi mampu menggambarkan keindahan mu
Hatiku lah yang merasakannya

Saat ku sadari semuanya tak lagi berarti dan aku terpaksa harus pergi
Kenapa cermin nggan menapakkan bola-bola kristal dari sudut mata?
Hanya memperlihatkan rusa dan kancil yang bercengkrama tentang keangkuhan

Ada apa di seberang kebimbangan ini?
Bukankah itu mawar merekah yang kerap menggodaku untuk meloncati jurang?
Ah,... kuasaku tak mungkin mampu mengantarkan keinginan jiwa
Biarlah kubalas lambaian itu dari mulut goa tanpa cahaya

Kini ku hanya menunggu jarum jam berhenti berputar
Silahkan kau bawa kegetiran ini wahai angin....
Agar aku dapat bersembunyi dari riwayat hidup
Dan esok akan ku tunggu embun kala burung membawa warta akan kemunculan mentari
Tapi aku masih berharap embun itu jelmaan tatapan lembut yangtelah ku pesan

Lantai Kehampaan

Paradigma di sudut kamar
02.10 Sabtu, 21 Mei 2005

Ada nada beraturan dari dawai yang ku petik
Senandung lirih ikut mengalun
Andai melodi kehidupan seindah lagu yang ku lantunkan
Dimana bahagia tidak hanya datang saat aku terlelap

Sering kali aku bosan untuk terus berharap
Tapi kenapa mimpi terindah menghembuskan aromanya saat aku tidak ingin terjaga
Sebentuk bunga bertangkai mutiara menawarkan kedamaian
Walau ku tahu itu hanyalah mimpi

Malam ini....
Ada kejujuran hati yang harus terucap
Bahwa aku masih terbuai harum bunga seorang dewi yang tak pernah bisa ku raih
Wangi yang terpaksa harus ku hirup meski tak ingin

Aku sudah menyerah
Tapi belenggu itu tak jua kunjung lepas dari sudut nurani
Kala tekad dari muara keputusasaan memberikan kekuatannya
Dan dinding itu masih kokoh membatasi jiwa
Itu berarti persenggamaan ku dengan kehampaan masih terus berlanjut

Wednesday, May 18, 2005

Takdir Telah Membenciku

Dunia...
Kamu telah kehilangan satu penghunimu yang punya harapan
Walau alas mu belum menerkamku untuk di berikan pada cacing-cacing
Tapi aku sudah tiada

Sampai hari ini aku masih berjalan untuk mencari jawab
Tapi tak sedikitpun kudapati cahaya terang dari sudut kegelapan
Akankah ku temukan diriku dalam tanya?
Ataukan akan berakhir dengan tanya?

Takdir...
Kau telah menjebak dan mengurungku dalam tiranimu
Menjauhkanku untuk mencapai keinginan yang ku dambakan
Kau malah membawaku pada kepingan-kepingan jiwa yang luluh lantak
Tanpa ampun kau suruh aku merasakan lagi bagaimana pahitnya saat kehancuran itu datang

Dikehiningan seperti inilah aku merasa bosan
Langitpun menangis karena iba melihatku yang tampak bodoh
Tapi sayang...
Tangisan iba itupun malah menghalangiku untuk melihat percikan cahaya terang dalam jiwaku
Padahal secercah cahaya yang sesaat itu adalah penghapus keresahanku dalam menatap hidup
Walau hanya sekejap
Dan setelahnya...mungkin aku akan kembali padamu...takdir............

Kenapa Aku

SABTU MALAM
2 April 2005
sudut kamar tanpa sensasi

wishky dimalam minggu...
sepertinya itu yang ku inginkan saat ini
untuk membakar jiwaku yang penuh dengan emosi
mencampur darah ku dengan alkohol

aku ingin melihat malaikat menangis menatap ku
tapi aku ingin medengar tawa riang iblis-iblis yang mengelilingiku
marilah kita saksikan pertarungan mereka yang langka ini
kita lihat siapa yang akan menang....

Jangan ganggu perseteruan mereka wahai dewi berkerudung...
Biarkan mereka tetap ada diantara kita
Ikutlah bersamaku...
Pelajari jurus-jurus yang mereka mainkan
Mungkin itu akan menyedarkanmu apa sebab semua ini

Aku suka saat seperti ini
Hidup dalam dimensi tanpa batas...tanpa atap tanpa lantai

Bolehkah aku ikut dalam pertandinganmu wahai malaikat dan iblis?
Walau aku tidak bisa menembus tembok
Tapi aku bisa melihat seorang dewi yang tak pernah dapat kulihat jelas warna nya
Izinkanlah sebelum malaikat yang lain mencabut nyawaku

Sebelum budak Tuhan yang akan membunuhku datang
Perlihatkanlah kepadaku wujud aslimu, dewi
Aku ingin melihatnya
Karena telah lama dirimu membayangi kehidupanku
Tunjukan kepadaku selagi aku masih bisa mencium harum aroma mu

Tuesday, May 17, 2005

I HURT YOU

When I turn on my computer
I see your photo with the sweetest smile
I wanna call your name
I wanna hold you tight
But all the impossible

I wanna make you see just what I was
What I’m without and something in my hands

I looking out for number one
And I know that’s you
But I hurt you… I make you cry
That’s make me walkin with the tears

I tried so hard to realize that you’re gone
Make me kept in the dark…lonely
Shiver to expect you come with love
Love for a death
Because I know…
I lives by the love and dies by the love
That’s what your love can do
For me…..

I still lovin you
And always will be
Nothing’s gonna stop me

Monday, May 02, 2005

Terima Kasih

TERIMA KASIH

Seorang dewi yang diutus ke dunia itulah kau
Tanpa menyuburkan dendam dengan pupuk pandangan
Saat kusakiti kau…..kau maafkan aku
Kubuat kau menangis…kau balas dengan perhatian

Ku teteskan air mata saat ku tulis ini
Haru yang tak pernah hadir untuk wanita yang mengandungku sekalipun
Kini tumbuh karena sikap mu

Terima kasih dewi ku ……….
Kini hidupku tenang walau harus segera berakhir
Kau lah yang membuatku tenang
Kau lah yang membuatkanku taman untuk ku pandang

Aku tak lagi khawatir untuk menatap hidup
Cahaya kecil yang kau lontar kan padaku cukup untuk menuntun langkahku

Tuhan….
Kini ku rela bila kau hendak membunuhku
Tikamlah aku dengan jari perkasaMu
Sebagai balas budi karena Kau mengutus serorang dewi untukku

Sekarat

Dewi….
Pertemuan terkahir kita merupakan kesedihan yang indah
Satu kesempurnaan untuk sebuah kehancuran
Meski mungkin hanya aku yang menyadarinya

Dewi....
Aku sudah tahu masa depanku sebelum sejarah mencatatnya
Tapi selama hatiku masih menyimpan bayangmu
Aku berjanji untuk tetap bertahan hidup
Bukan untukmu, bukan untuk orang lain tapi untuk diriku sendiri
Karena hidupku hanya menginginkanmu

Wahai Dewi berkerudung...
Karenamu aku pernah merasakan bahagia
Tapi karenamu kini aku jatuh tersungkur
Limbung oleh manisnya sisi kehidupan
Yang hanya dapat kurasakan dalam khayal

Untukmu Dewi berkerudung...
Kunikmati sisa hidupku yang tinggal sesaat
Agar dapat kusebut namamu selalu
Diwaktu yang tak menentu
Mungkin ditengah hari yang mendadak jadi gelap

Izinkanlah, Dewi...
Aku mengemas reruntuhan hati yang pernah tercecer
Akan kusimpan rapih diatas patok abadi tanda aku pernah hidup
Hingga saatnya tiba...
Kau akan menaburkan bunga harum disekelilingnya
Supaya puing-puing itu tumbuh subur tanpa terlihatOleh dirimu sekalipun

Sepi

Hanya sepi yang kujumpai saat ku tangkap bayangmu
Bayangan nyata atau maya sama saja
Karena ku tak mampu menyentuhmu saat kau ada di hadapanku
Tapi ku merindukanmu saat kau tak ada di dekatku
Hanya gambarmu yang kegenngam erat
Walau hanya melahirkan ejekanmu
“kau takmungkin mengganti kerinduanmu padaku hanya dengan memandang gambarku”

Saturday, February 26, 2005

Di Kaliurang Aku berbicara Dengan Tuhan

Aku kehilangan banyak energi hari ini
Jutaan sel otak ku terputus
Disayat oleh suara guntur beruntun yang menggema
Terkubur oleh aliran deras dari hancurnya bendungan di langit

Ditanah dataran tinggi ini aku sendiri
Tak mengharapkan teman datang menghampiri
Cukup rokok dan wishky yang meninabobokan
Mengantarku ke puncak nirwana terindah

Dadaku mulai sesak...
Mungkin malam ini aku akan mati
Tapi biarlah jika itu akan mengakhiri semuanya
Semua yang kualami selama lebih dari tiga windu

Jika benar ini saatnya aku mati
Jangan ada air mata yang mengiringi aku pergi
Tapi lempari aku dengan senyum termanis
Karena esok aku tak lagi merasa kecewa

Lihatlah Tuhan...!
Satu hamba Mu sedang berbuat nista
Karena doa nya tak pernah Kau dengar
Walau setiap hari terlantun penuh harap
Kau hembuskan nyawa ke tubuhnya
Tapi tak Kau teteskan bahagia dalam jiwa nya
Segeralah Kau akhiri semuanya, Tuhan....!
Andai Kau memang ingin menolongnya...

Hakikat Cinta

Cinta adalah menemukan hal yang kita hargai, satu hal istimewa yang lebih berarti untuk kita melebihi apapun di dunia. Saat kita menemukannya, kita perjuangkan dia, kita pertaruhkan semua, menempatkannya diatas segalanya. Masa depan kita, kehidupan kita, dan semuanya.
Mungkin apa yang kita lakukan untuk nya tidak sepenuhnya benar, tapi itu tidak masalah, sebab dalam hati kita tahu, ada kemungkinan upayanya akan tidak sebanding dengan hasilnya.

Sunday, February 20, 2005

Karena mu

Karena mu....
Ku lakukan hal demi alasan yang tak dapat ku pahami
Ku lupakan apa yang sudah seharusnya ku ingat
Melepas sesuatu yang semestinya ku genggam erat

Karena mu...
Ku ramu resep untuk menghancurkan diriku sendiri
Menempatkan diri pada persimpangan tanpa petunjuk

Sia-sia....
Aku melakukan sesuatu yang percuma
Ingin membahagiakan mu di tengah kesedihanku sendiri
Tapi aku tak bisa kembali ke gurun yang gersang itu lagi
Aku harus menghampiri atau menghilang dari mu
Walau akhirnya aku akan terlempar ke tengah rimba
Dengan kesedihan baru....dari mu

Akupun tahu kau tak pernah memikirkan kesedihanku
Memang aku tak berharap kau melakukannya
Tataplah....!!!
Saat aku mengerang di rajam oleh cinta yang hanya untuk mu
Tersenyumlah....!!!
Bila ku tertatih untuk meraih mu

Andai itu yang kau inginkan dari ku
Aku rela menjadi bagian dari kesenangan mu
Walau lara berganti derita......bagiku

Jangan kau lewatkan setiap tetes derita ku
Jangan biarkan aku mengeluh tanpa kau saksikan
Sebab itu untuk mu.....
Karena mu.....

Friday, February 18, 2005

Aku Tak Bisa Pergi

Pernah ku lari darimu
Menampar hidup buang kesedihan
Menutup mata untuk tidak melihatmu
Tapi hati ku masih terus memelukmu
Tak peduli kepahitan yang melanda

Kini ku kembali ke lorong itu
Terus berputar mencari ujung di sudut tikungan

Mengapa kau tutup semua jalan untuk ku
Mencegah hatiku tuk terbang sebebas merpati
Bayangmu masih mengurungku
Memenjarakan jiwa di dalam sangkar tak bertuah mu

Aku tak bisa pergi....................
Aku tak bisa pergi....................
Walau aku ingin